BEIJING, KAMIS - Ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir mengakui sempat lengah saat meraih match point lawan pasangan Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam. Namun, keduanya mampu mengatasi hal itu dan akhirnya menang 21-13, 21-19 dalam waktu 31 menit sekaligus lolos ke semifinal.
"Itu kelemahan kami, kalau sudah unggul menjelang akhir suka agak kendur. Padahal ganda Thailand ini tak bisa dilepas, harus ditekan terus, kalau tidak bisa berbahaya," ujar Liliyana.
Pertandingan itu sendiri diakhiri oleh smes keras Nova terhadap servis tanggung Sudket yang tak mampu dikembalikan oleh pemain Thailand itu. Unggul terus sepanjang pertandingan, Nova/Liliyana hanya nyaris terkejar saat match point, 20-16. Pasangan Thailand menambah tiga angka, Nova membuyarkan harapan lawan.
Nova mengatakan, pasangan Thailand, terutama Sudket, sukar ditebak permainannya. "Selama kami terus mengontrol, tak masalah. Cuma tadi kami terburu-buru mau menyelesaikan pertandingan, sehingga mereka bisa mengejar," ujarnya.
Di babak semifinal, juara dunia 2005 dan 2007 ini akan menghadapi pasangan China unggulan keempat, He Hanbin/Yu Yang. He/Yu, yang menjadi harapan terakhir tuan rumah setelah tumbangnya unggulan kedua Zheng Bo/Gao Ling lolos susah payah dengan mengalahkan ganda Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk, 22-20, 23-21.
"Dalam beberapa pertemuan terakhir kami menang. Namun, kami tak boleh lengah. Serangan mereka bagus, dan Yu Yang sangat berbahaya. Kalau kita bisa mematikan dia, akan lebih mudah," ujar Nova.
Indonesia masih berpeluang mendapat satu tempat lagi di semifinal. Unggulan ketiga Flandy Limpele/Vita Marissa akan menghadapi Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark), pada sesi malam nanti. Pemenang pertandingan ini akan menghadapi pasangan terbaik di perempat final terakhir antara Lee Yong-dae/Lee Hyo-jung (Korea Selatan) dan Nathan Robertson/Gail Emms (Inggris).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar